Harimau Sumatra Menyandra 5 Orang di Pohon Selama 4 Hari

Kita sering mendengar kisah mengenai dampak buruk yang disebabkan manusia terhadap alam yang berakibat pada hewan-hewan langka. Namun kisah ini agak sedikit berbeda.  Jauh di dalam hutan lebat di Sumatra, sekelompok pria sedang mencari kayu langka untuk dijadikan kemenyan, begitulah yang mereka katakan, tidak jelas pohon apa yang mereka cari, atau mereka pemburu liar yang berencana menangkap hewan yang dilindungi. Masalah bermula ketika mereka tidak sengaja membunuh seekor anak singa dan membuat marah induknya. Berikut berita yang saya terjemahkan dari Telegraph.co.uk

Sumatran-tiger_2611714b

Photo: Fr dy Mercay/WWF/PA

Sekelompok pria Indonesia yang terperangkap selama empat hari di pohon oleh Harimau Sumatra berhasil diselamatkan.

 

Kelima orang tersebut dehidrasi, kelaparan, dan ketakutan setelah penderitaan mereka yang bermulai pada hari Kamis ketika mereka berlindung di kanopi hutan setelah serangan yang dilakukan seeokar Harimau yang juga menyebabkan tewasnya pria ke-enam.

 

Mereka sedang mencari kayu langka untuk dijadikan kemenyan, namun mereka memicu kemarahan binatang langka ketika mereka tidak sengaja membunuh seekor anak harimau dalam perangkap yang mereka tujukan untuk menangkap antelop dan rusa untuk makanan.

 

30 orang penyelamat yang terdiri dari polisi dan tentara mencapai lokasi pria-pria tersebut di dalam hutan di utara Pulau Sumatra pada hari Minggu dan menemukan harimau-harimau kelaparan sedang mengelilingi pohon tersebut.

 

Mereka tidak berani mendekat, disebutkan tiga pawang hewan lokal.

 

“Para penyelamat berdiri dibelakang sementara para pawang mendekati hewan-hewan itu dan membacakan mantra-mantra” Kapolsek Dicky Sondani mengatakan kepada AFP.

 

“Harimau-harimau itu akhirnya pergi begitu saja”

Ia mengatakan saat penyelamat datang, pria-pria itu “Sangat ketakutan. Mereka juga dehidrasi dan lemah karena tidak makan”.

 

Mereka selamat dengan meminum air hujan, ia menambahkan.

 

Pria-pria tersebut, yang telah memasuki Taman Nasional Gunung Leuser pada Selasa minggu lalu, sekarang sedang dalam perjalanan pulang and akan mencapai kampung-nya di provinsi Aceh pada ahri Senin, kata Sondani.

 

Kasus ini adalah contoh terbaru dari konflik hewan-manusia di Sumatra, dimana penebangan liar telah menyebabkan banyaknya hewan terancam punah yang berkurang secara drastis.

 

Harimau Sumatra adalah harimau terkecil di dunia. Dan hanya tersisia sekitar 400 sampai 500 ekor yang masih hidup di alam liar.

Taman Nasional Gunung Leuser juga merupakan habitat bagi sekitar 5.800 dari 6600 Orang Utan Sumatra yang terancam punah, begitu juga dengan gajah dan harimau.

Kasus konflik hewan-manusia di Indonesia dan Sumatra khususnya bukan kali ini saja terjadi. Kasus ini telah terjadi berulang-ulang kali dan campur tangan manusia yang berdampak bagi rusaknya habitat satwa-satwa tersebut menjadi penyebab utama konflik tersebut. Habitat dari hewan-hewan tersebut terancam oleh maraknya penebangan hutan baik legal maupun ilegal. Kita semua berharap suatu saat masalah ini dapat terselesaikan dan manusia dapat hidup selaras dengan lingkungannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s