Harimau Ini Menjadikan Kambing Sebagai Teman Bukannya Mangsa

tiger_smiling

Pada tahun 2009, seekor anak harimau Bengal diselamatkan dari hutan Dhaba di India, ia ditinggal tak berdaya sepeninggalan ibunya. Setelah beberapa tahun, penjaga di Suaka Margasatwa Bor membesarkan harimau yatim yang diberi nama Bhangaram, hingga dewasa dengan harapan suatu hari ia dapat dibebaskan kembali ke habitatnya di alam liar.

Tapi ternyata, bukan hanya harimau itu telah jauh dari belantara, tapi belantara juga telah jauh dari diri hewan itu.

Staf di suaka tersebut baru saja melepeas seekor kambing hidup ke dalam kandang harimau jantan yang telah dewasa ini untuk memicu insting predatornya. Tetapi, bukannya menyerang hewan tak berdaya itu, harimau itu malah melakukan yang sebaliknya.

Dikutip dari Times of India:

Penjaga berharap hewan itu akan membunuh dengan cepat. Tetapi harimau itu malah memutuskan untuk berteman dengan apa yang seharusnya menjadi santapannya. Selama dua hari, harimau itu tidak membunuhnya meskipun dia telah kelaparan. Melainkan harimau itu malah bermain dengannya. Akhirnya, kambing itu di keluarkan dan harimau itu diberikan daging untuk dimakan.

tiger_laying

Meskipun bayangan harimau buas yang menjadikan santapannya sebagai teman terdengar seperti sebuah perubahan yang mengagumkan bagi seekor predator, konservasionis mengatakan bahwa kucing besar yang tidak ingin membunuh itu bukanlah hal yang manis. Faktanya, perilaku Bhangaram’s berarti bahwa dia tidak akan pernah lagi dipertemukan dengan alam liar dimana jumlah harimau di alam liar sedang berkurang.

“Saya takut harimau jantan itu tidak cocok untuk dilepas ke alam liar,” kata konservasionis veteran, MS Chouhan.

Sejak awal 1970, pemerintah India telah mendirikan suaka margasatwa dan pusat rehabilitasi dengan harapan menyelamatkan harimau Bengal, yang sedang terancam kepunahan akibat perburuan dan konflik dengan manusia. Tapi sebagaimana yang konservasionis telah pelajari, ketika anak harimau diselamatkan setelah kehilangan ibunya, mereka biasanya memiliki keahlian berburu yang lemah, karena hanya ibunya yang dapat mengajarinya.

Sayangnya, meskipun harimau yang diselamatkan telah dikembalikan lagi ke alam liar, mereka menjadi lebih rawan untuk menjadi korban konflik dengan manusia yang mungkin juga menjadi penyebab kematian orangtuanya. Ahli harimau mengatakan bahwa hewan yang pernah hidup di penangkaran akan lebih menyukai untuk memangsa hewan ternak, yang akan menyebabkan-nya rawan untuk terbunuh oleh manusia. Denagn kata lain, kehilangan satu saja harimau dapat berdampak kepada generasi turun-temurun-nya.

Meski dengan tantangan ini, konservasionis telah melaporkan bahwa jumlah harimau di India telah meningkat lebih dari 15% dalam tahun-tahun belakangan ini. Namun, populasi harimau di seluruh dunia telah menurun 96.8% dalam dua dekade terakhir.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s